August 2020

Resiko-Permainan-Boneka-Gaib-Jelangkung Resiko-Permainan-Boneka-Gaib-Jelangkung

spiritofdoll  –  Indonesia merupakan negara yang begitu kaya hingga memiliki sebuah permainan gaib yang tersohor. Bagi penggemar hal-hal mistis atau horor, permainan Jelangkung mungkin sudah sangat dikenali. Tapi bagi yang belum tahu, simak dulu penjelasan berikut.

Jelangkung merupakan permainan tradisional untuk memanggil arwah atau roh ke dalam media tertentu. Biasanya dalam permainan ini, disediakan batok kelapa dan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat digerakkan. Bisa juga menggunakan koin atau batu.

Ada sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa roh akan masuk begitu saja tanpa perlu dirapalkan mantra. Namun ada juga sebagian pendapat yang menyatakan bahwa arwah untuk permainan jelangkung perlu diundang dengan mantra sebagai berikut, “elangkung, jelangkung. Di sini ada pesta kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.”

Adapun mantra dalam bahasa Jawa adalah sebagai berikut, “Hong ilaheng heh jagad alusan roh gentayangan. Jelangkung jaelangsat siro, ning kene ono, siro angslupo, yen siro teko wenehono tondo, Hayo enggalo teko, hayo ndang angslupo,” Usai dirapalkan mantra tersebut maka sesosok makhluk halus akan tiba.

Dalam beberapa kepercayaan, permainan ini dilakukan untuk mengetahui sesuatu yang diinginkan oleh si pengundang. Mulai dari ramalan nomor togel, ramalan masa depan, bahkan menanyakan apakah benar sang kekasih berselingkuh dengan orang lain.

Baca Juga : Film The Conjuring Bukan Kisah Nyata

Sama seperti kegiatan supranatural lainnya, permainan Jelangkung tentu saja berisiko apalagi tanpa pendampingan sosok spiritual. Salah-salah, roh yang diundang tak mau kembali dan malah meneror si pengundang.

Jelangkung sendiri berasal dari kata Jailangkung yang diduga berhubungan dengan kepercayaan tradisional Tionghoa yang telah punah. Ritual ini merupakan kemampuan dewa ‘Moyang’ dan ‘Poyang’ yang diakui sebagai dewa pelindung anak-anak. Permainan ini dulunya dilakukan setiap festival rembulan.

Dalam ritual tersebut, dewa Moyang dan Poyang dipanggil untuk masuk ke sebuah boneka keranjang yang salah satu tangannya dilengkapi dengan media catat dan dikalungi kunci. Sembari menyalakan dupa dan melakukan ritual, nantinya boneka tersebut semakin berat dan bergerak.

Meski cuma permainan, tetap saja jelangkung adalah tindakan yang berbahaya. Bila tak diakhiri dengan berpamitan sebagaimana mestinya, maka pemain harus mempertanggungjawabkan ritualnya dengan mengantar arwah yang diundang atau mengalami kesurupan. Nah, masih mau coba main Jelangkung?

Film-The-Conjuring-Bukan-Kisah-Nyata Film-The-Conjuring-Bukan-Kisah-Nyata

spiritofdoll – The Hollywood Reporter menyampaikan bahwa menurut penulis bernama Gerald Brittle itu, ide hantu dalam film The Conjuring bukan berasal dari kisah nyata. Padahal, di awal film, penonton disuguhi oleh tulisan “berdasarkan kisah nyata”. Sehingga, ia pun membawa ranah tersebut ke dalam bidang hukum.

Menurut Brittle, ia seharusnya memiliki hak eksklusif untuk menciptakan karya berdasarkan kasus pasangan Warren yang didapatnya dari pasangan Warren sendiri pada 1978 sebelum bukunya diterbitkan. Sementara Ed Warren telah meninggal pada 2006, Brittle berpendapat bahwa Lorraine Warren tidak berhak memberi izin kepada Warner Bros untuk menjadikan kasusnya sebagai cerita fiksi.

Brittle menyatakan bahwa Warner Bros sempat menerima amanat untuk menghentikan praproduksi The Conjuring 2. Namun, pihak studio mengklaim bahwa mereka boleh saja membuat film tersebut, selama didasarkan pada fakta historis.

Studio juga menyatakan bahwa tidak ada yang melaporkan mereka agar The Conjuring mengacu pada buku The Demonologist. Brittle lantas mengklaim pernyataan dari studio hanya omong kosong.

Sutradara Conjuring Sudah Baca Buku The Demonologist

Sutradara-Conjuring-Sudah-Baca-Buku-The-Demonologist

Dalam pengajuan hukumnya, Brittle mengatakan tentang apa yang diutarakan oleh pasangan Warren di rumah Perron dan kasus lain, tidak terjadi seperti yang digambarkan dalam film. Karenanya, Conjuring tak tepat dianggap memiliki fakta historis.

Pengacara Brittle juga menuliskan, “Tidak ada fakta sejarah tentang seorang penyihir yang pernah ada di rumah pertanian Perron, seorang penyihir menggantung dirinya, kesurupan, penyembahan setan, atau pengorbanan anak.”

Baca Juga : Asal Usul Boneka Annabelle

Namun, AV Club melaporkan bahwa tak cukup kuat bagi Brittle untuk membuktikan tuntutanya karena sutradara The Conjuring dan Conjuring 2, James Wan, telah membaca buku ciptaannya. Hal itu bisa dilihat melalui kicauan di Twitter James Wan, @creepypuppet, pada 2011. Kala itu, Wan menyebutkan bahwa The Demonologist adalah buku terseram yang pernah dibacanya.
Brittle pun tetap menuntut ganti rugi sambil berusaha mencegah pembuatan film selanjutnya berdasarkan kisah pasangan Warren. Warner Bros sendiri belum melayani keluhan tersebut dan menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Gerald Brittle sendiri menerbitkan buku The Demonologist pada tahun 1980. Buku tersebut menceritakan kasus-kasus yang ditangani oleh Ed dan Lorraine Warren, penyelidik paranormal yang terlibat dalam sejumlah tempat berhantu terkenal termasuk Amityville dan poltergeist Enfield.

Sutradara James Wan membawa film The Conjuring yang dirilis pada 2013 beserta sekuelnya yang rilis 2016 sukses secara internasional. Di situ, Ed dan Lorraine Warren diperankan oleh Patrick Wilson dan Vera Farmiga. Ke depannya, akan ada film-film sempalan lain berdasarkan waralaba Conjuring. Film terbaru mendatang adalah Annabelle: Creation yang dijadwalkan tayang Agustus tahun ini dan The Nun yang tengah dalam proses pengembangan.

Asal-Usul-Boneka-Annabelle Asal-Usul-Boneka-Annabelle

spiritofdoll – PARA penggemar film horor tentunya sudah tidak asing dengan film Annabelle, si boneka hantu yang menjadi media bersemayamnya iblis jahat yang ingin kembali hidup di dunia. Sekuel kedua film ini yang berjudul Annabelle : Creation menceritakan boneka tersebut bisa dirasuki iblis yang ingin kembali hidup di dunia manusia. Film ini merupakan prekuel dari film Annabelle. Film kedua ini berlatar pada 1957 sehingga berbeda dengan film pertama, yaitu di film pertama diceritakan sudah berada pada zaman yang lebih modern.

Film itu bermula dari pasangan pengusaha mainan yang bahagia bernama Samuel Mullins (Anthony LaPaglia) dan Esther (Miranda Otto) serta anak mereka yang berusia 7 tahun yang bernama Annabelle (Samara Lee) atau panggilan kesayangannya ialah Bee yang tinggal di perdesaan California, Amerika Serikat. Kebahagiaan keluarga tersebut pun sirna seketika ketika sepulang mereka ibadah dari gereja. Mobil keluarga tersebut mogok, Annabelle tewas saat ingin membantu orangtuanya memperbaiki mobil tersebut karena tanpa sengaja tertabrak mobil yang melintas. Pascakematian putri semata wayangnya tersebut, pasangan Mullins belum dapat menerima kematian putri mereka.

Mereka pun melakukan berbagai cara maupun ritual agar putrinya tersebut bisa hidup kembali. Akhirnya mereka menggunakan ilmu hitam agar dapat menghidupkan putrinya dan mereka pun berhasil meskipun yang kembali kepada mereka hanya berwujud rohnya.

Namun, lama-kelamaan mereka menyadari itu bukanlah roh anaknya, melainkan iblis yang menyamar sebagai roh anaknya dan menyusup pada boneka yang dibuat Samuel Mullins. Iblis tersebut memperdaya mereka agar bisa hidup layaknya manusia. Esther pun akhirnya mengetahui selama ini bukan roh anaknya yang datang, melainkan iblis yang menyamar. Akhirnya mereka pun mengurung boneka yang diberi nama Annabelle tersebut di sebuah lemari yang sudah ditempeli ayat-ayat kitab Injil untuk mengunci boneka yang dirasuki iblis tersebut. Merelakan Pasangan Mullins merasa bersalah dengan apa yang sudah diperbuat.

Baca Juga : 5 Boneka Paling Menyeramkan di Dunia

Mereka pun mencoba menebus dosa tersebut dengan menampung enam anak perempuan panti asuhan, yaitu Janice (Talitha Bateman), Linda (Lulu Wilson), Nancy (Philippa Coulthard), Carol (Grace Fulton), Tierney (Lou Lou Safran), dan Kate (Tayler Buck) serta seorang susternya yaitu Charlotte (Stephanie Sigman). Kedatangan mereka pun sejenak memberikan kebahagiaan kepada keluarga Mullins. Namun, ternyata iblis dalam boneka Annabelle tersebut berusaha keluar dari dalam lemari dengan memengaruhi Janice. Karena kepolosan dan rasa ingin tahunya, Janice pun tanpa sengaja membebaskan boneka. Janice pun akhirnya menjadi korban karena iblis yang berada dalam boneka tersebut berpindah ke dalam dirinya.

Iblis tersebut pun membunuh pasangan Mullins dan mencoba membunuh anak-anak lainnya, terutama Nancy yang merupakan sahabat Janice. Namun, upaya membunuh Nancy tidak berhasil karena Charlotte di akhir cerita berhasil mengurung kembali boneka tersebut bersama Janice. Meski begitu, tanpa diketahui Janice yang sudah dirasuki iblis menghilang dan hanya ada boneka Annabelle tersebut yang terkunci di dalam lemari. Janice pun mengubah namanya menjadi Annabelle dan akhirnya diadopsi pasangan Higgins yang merupakan awal cerita pada sekuel pertama film ini. Jika diurutkan berdasarkan waktunya, Annabelle: Creation dikisahkan di waktu sebelum film Annabelle, lalu berlanjut ke The Conjuring, dan The Conjuring 2.

Film yang disutradarai David F Sandberg menyajikan visualisasi khas film horor yang gelap dan alur cerita yang tidak mudah ditebak dan tentunya membuat merinding dan histeris saat menontonnya. Penonton pun harus dipaksa mengingat-ingat tokoh, adegan, maupun alur cerita film Annabelle pertama, The Conjuring, dan The Conjuring 2 karena memang memiliki keterkaitan. Banyak pesan moral yang sebenarnya dapat dipetik dari film ini, mulai belajar mengikhlaskan kepergian orang yang tersayang, mematuhi peraturan, sampai menjaga tingkah laku ataupun kesopanan di rumah orang lain.

5-Boneka-Paling-Menyeramkan-di-Dunia 5-Boneka-Paling-Menyeramkan-di-Dunia

spiritofdoll –  Boneka merupakan mainan anak-anak yang dibentuk menyerupai hewan atau manusia. Boneka biasanya berbentuk lucu dan menggemaskan sehingga digandrungi oleh anak gadis. Namun ternyata tak semua boneka berbentuk imut. Ada pula boneka yang berbentuk menyeramkan dan jauh dari kata lucu. Konon katanya, boneka-boneka yang akan di ulas berikut ini juga membawa kutukan bagi pemiliknya.

Salah satu yang paling terkenal yakni Annabelle. Boneka ini bahkan telah diangkat menjadi sebuah film horor dengan nama yang sama. Kini boneka tersebut berada di Museum Warren Occult di Monroe, Connecticut, Amerika Serikat.

Berikut 5 boneka yang paling menyeramkan di dunia :

1. Letta

letta

Konon boneka ini dibuat untuk menggantikan seorang anak yang tenggelam di lautan. Bagian tubuh seperti rambut dan otak sang anak pun ditempatkan di boneka ini. Tapi sang anak nampaknya tidak berkenan, sehingga ia terus berteriak.

2. Robert the Doll

Robert the Doll

Ingat film Chucky tentang boneka nakal? Film tersebut sebenarnya terinspirasi dari kisah boneka ini, Robert the Doll. Kini ia pun ditempatkan di sebuah East Martello Museum, Amerika Serikat.

3. Katja

katja

Boneka Katja awalnya dimiliki oleh seorang selir Tsar Rusia yang hidup di tahun 1700-an. Boneka ini terbuat dari porselen, keramik, dan abu bayinya. Wanita tersebut berharap bisa menggantikan kehadiran sang anak dengan boneka ini. Kini boneka ini dijaga ketat di Rusia karena konon membawa kutukan.

Baca Juga : Cerita 5 Boneka Mistis yang Kerasukan Arwah Jahat

4. The Doll That Aged

The-Doll-That-Aged

Boneka ini awalnya disayangi oleh pemiliknya, namun akhirnya terlupakan karena sang anak beranjak dewasa. Boneka ini kemudian dibiarkan di loteng begitu saja. Namun secara ajaib setelah 11 tahun berlalu, boneka tersebut malah nampak mengalami penuaan seperti manusia.

5. Okiku

Okiku

Zaman dulu, ada seorang anak laki-laki yang membelikan boneka untuk adiknya yang bernama Okiku. Namun, akibat wabah, sang adik pun meninggal dunia. Keluarga percaya bahwa arwah Okiku masuk ke dalam boneka tersebut sehingga mengakibatkan rambutnya bisa memanjang. Kini boneka ini disimpan di Kuil Mannenji, Hokkaido.

Cerita 5 Boneka Mistis yang Kerasukan Arwah Jahat Cerita 5 Boneka Mistis yang Kerasukan Arwah Jahat

spiritofdoll – Percaya tidak percaya, arwah gentayangan itu benar ada di kehidupan ini. Beberapa dari mereka bahkan menampakkan dirinya. Keberadaan makhluk astral ini tak sedikit dianggap menakutkan oleh manusia. Wajahnya yang menyeramkan atau tubuhnya yang tak sempurna menjadi ciri khas mereka yang membuat orang-orang takut dibuatnya. Tapi, apakah Anda tahu bahwa makhluk-makhluk ini bisa “dipelihara” dalam boneka?

Contoh paling mudah dari penggambaran ini adalah boneka Annabelle dalam film The Conjuring. Selain itu, beberapa boneka seram lainnya yang difilmkan adalah Cult of Chucky atau boneka seram dari Indonesia; Sabrina.

“Aku punya beberapa anak di sini dan mereka sudah seperti keluarga aku sendiri. Mereka hadir di dalam kehidupan aku,” katanya

Ada alasan khusus kenapa Furi memelihara 5 boneka dan 1 makhluk astral yang belum memiliki tubuh bonekanya. Secara singkat, Furi menjelaskan, dirinya tidak ingin makhluk-makhluk tak kasat mata itu seliweran di kehidupannya. Makanya dia menggunakan boneka untuk memberikan ruang untuk “anak-anaknya” tersebut.

So, siapa saja boneka-boneka Furi ini?

1. Nyai

Boneka berbusana hijau dengan mata hijau ini dianggap Furi paling kuat. Arwah yang ada di dalam tubuh boneka ini didapat Furi dari Parangkusumo. Makanan (sajen) Nyai adalah bunga kantil dan melati. Nyai juga attacker, tapi hanya last option, kalau sudah urgent, baru dikeluarin.

2. Lulu

Boneka berambut blonde ini menyimpan arwah yang berasal dari Jawa. Namun Furi lupa lokasi tepatnya dia bertemu dengan Lulu di mana. Boneka ini makan snack cokelat dan hanya minum susu kemasan rasa stroberi. Lulu punya kemampuan telepati yang kuat. Jadi, kalau ada yang datang berkunjung ke rumah, Lulu yang akan cerita ke Furi. Lulu bisa tahu mana yang baik, mana yang jahat.

3. Anabel

Kalau Anabel, bonekanya berbusana pink gaun elegan. Rambutnya berwarna cokelat tua dan arwah yang ada di tubuh boneka Anabel ini didapat Furi di kawasan Bali. Dia juga lupa di mana lokasi pasti berteman dengan arwah di boneka Anabel. Terkait makanan, Anabel makan dan minum sama seperti Lulu. Kemampuan yang dimiliki Anabel adalah attacker atau penyerang.

4. Laura

Boneka Laura arwah di dalamnya sudah ada sejak Furi diberikan boneka tersebut. Jadi, Furi tidak memasuki arwah ke dalam boneka Laura. Makanannya sama dengan Lulu dan Anabel. Kemampuan istimewa yang dimiliki Laura adalah attacker atau penyerang.

5. Mei Hua

Boneka bermata sipit dengan kulit putih pucat ini paling beda sendiri. Dia dibawa Furi dari Pura Tanah Kilap. Mei Hura adalah ajudan Dewi Kwan Im. Mei Hua suka makan permen dan harus ada koin tanda kemakmuran. Kemudian, untuk kemampuan istimewa yang dimilikinya, Mei Hua itu selalu mendampingi Furi saat membaca tarot. Memberikan clue.

Sementara itu, ada satu arwah yang belum punya medium boneka. Untuk sekarang, Furi masih menempatkannya di bunga sedap malam. Namanya Ratu Niyang dari Bali. Ratu Niyang sukanya makan permen dan kue. Karakter Ratu Niyang sangat keibuan dan pengayom.

Baca Juga : Cerita Horror Saat Bermain Boneka Jelangkung

Mengenal lebih dekat lagi dengan 5 boneka mistis ini

Furi punya alasan khusus kenapa dia memilih arwah-arwah tersebut untuk jadi “anak-anaknya”.

“Jadi, kalau misalnya ke Bali atau Yogya, saya pasti larung. Setelah itu biasanya ada aja yang ngikut, 3 atau 4 arwah. Saya pilih yang baik, dalam artian tidak membahayakan orang di sekitar saya. Arwah yang saya pilih juga yang tidak minta sajen yang terlalu ribet. Jadi, ya, mereka-mereka ini enak bisa diatur,” tutur Furi.

Kemudian, tugas-tugas yang melekat di setiap boneka ini datang dari mana? Apakah Furi harus mempelajari sifat setiap arwah tersebut?

“Saya yang menugaskan. Saya sesuain sama umur dan karakternya. Nggak mungkin yang bersifat attacker baca telepati. Boneka seperti Lulu ini diam dan teliti dan biasanya apa yang disampaikan Lulu tepat,” terang Furi.

Lalu, kalau untuk yang boneka yang punya sifat pemarah, akan sangat cocok dengan tugas attacker. Seperti tugas yang Furi berikan pada Anabel dan Laura. Setelah itu, untuk Mei Hua dirasa sangat pas untuk memberikan clue dari setiap kartu tarot yang dibacakan.

Untuk Nyai, energi dia sangat besar dan sedikit pemarah. Dengan karakter tersebut, Furi menyatakan kalau Nyai tidak mudah untuk dikendalikan. Hanya dia yang sanggup. “Makanya aku yang pegang. Terkait dengan tugas, dia last option, jadi lebih banyak diam,” tambahnya.