boneka kokeshi menggunakan teknik

1 1

Fakta Boneka Lucu Kokeshi – Jepang adalah negara yang penuh dengan sejarah kebudayaan. Selain tempat-tempat wisata yang memiliki pemandangan sangat indah, Jepang juga memiliki banyak kerajinan tangan yang di pasarkan disana. Salah satunya adalah boneka kokeshi yang merupakan boneka asli negeri Sakura. Mungkin beberapa dari kita ada yang belum mengetahui apa itu boneka Kokeshi. Berikut adalah fakta menariknya

1. Sejarah awal boneka kokeshi

Kokeshi merupakan boneka yang terbuat dari bahan dasar kayu. Boneka ini pertama kali di buat di wilayah Tohoki, tepatnya di Shinchi Shuraku. Kokhesi doll dibuat pada masa kekaisaran Edo, yaitu sekitar tahun 1600-1868.

Pada saat musim dingin, para perajin kayu yang biasanya membuat peralatan rumah tangga, beralih membuat boneka kokeshi untuk dijual kepada wisatawan yang mengunjungi tempat pemandian air panas sebagai oleh-oleh.

2. Memiliki banyak nama

Secara umum boneka kokeshi ada dua jenis, yaitu kokeshi tradisional dan kokeshi modern. Kokeshi modern memiliki bentuk dan warna yang lebih bervariasi. Tren pembuatan kokeshi modern ini baru dimulai pada masa Perang Dunia II.

Selain itu, boneka ini memiliki banyak nama yang didasarkan pada lokasi pembuatannya, seperti Naruko, Yamagata, Nanbu, Tsugaru, Tsuchiyu, Yajiro, Zao-takayu dan banyak lagi.

3. Bentuknya sederhana

Pada kokeshi tradisional, boneka kokeshi memiliki bentuk yang sangat sederhana. Tidak seperti pada boneka yang ada saat ini, yang memiliki bentuk menyerupai anatomi tubuh manusia, bentuk kokeshi hanya tediri dari badan dan kepala saja tanpa lengan dan kaku. Selain itu kokhesi memiliki ukuran antara 5,7, dan 10 inchi.

4. Kokeshi tidak memiliki ekspresi wajah

Selain bentuk yang sederhana, boneka kokeshi juga dilukis dengan sangat sederhana. Pada kokeshi tradisional, biasanya untuk melukis mata hanya menggunakan dua buah titik tebal. Selain itu, ada juga yang hanya menggunakan sebuah garis kecil.

Baca Juga :Boneka Barbie Hasil Kolaborasi Brand Dunia

Dari cara melukis wajah yang hanya menggunakan titik atau garis, maka ekspresi dari kokhesi tidak bisa menggambarkan ekspresi wajah, entah itu bahagia, sedih, marah, dan ekspresi wajah lainnya.

4. Memiliki warna yang sederhana

Boneka kokeshi tradisional secara umum dicat dengan warna yang sederhana. Biasanya hanya dicat dengan dua warna saja, yaitu hitam dan merah atau kuning. Berbeda dengan kokhesi modern, pada kokhesi modern warna yang digunakan lebih bervariasi.

5. Arti dibalik kata kokeshi

Apakah kalian pernah bertanya mengapa boneka ini diberi nama ‘kokeshi’? Secara etimologi, kata ‘ko’ memiliki arti ‘kecil’, sedangkan kata ‘keshi’ memiliki arti ‘boneka’, sehingga jika disatukan, arti kata ‘kokeshi’ adalah ‘boneka kecil’. Jika dilihat dari fisik boneka ini memang memiliki ukuran yang kecil, jadi tidak salah jika dinamakan dengan boneka kokeshi.

6. Memiliki sejarah yang kelam

Dari segi etimologi, boneka kokeshi memang memiliki arti boneka kecil. Hal ini memiliki kesan lucu dan menggemaskan. Namun, dibalik bentuknya yang lucu, ternyata kokeshi memilki sejarah yang kelam. Ada pendapat lain mengenai asal mula pemberian nama ‘kokeshi’ pada boneka ini.

Kokeshi juga dipercaya berasal dari kata ‘ko’ yang berarti ‘anak’, dan kata ‘kesu’ yang berarti ‘hapus/menghapus’. Jika kedua kata ini digabung, maka kokeshi memiliki dua kata ‘hapus’ dan ‘anak’.

Hal ini dapat dikaitkan dengan sejarah yang terjadi pada masa pemerintahan Edo, yaitu adanya pratik pembunuhan bayi yang terjadi pada zaman itu karena dilanda kemiskinan.